Postingan

Untukmu

 Sejenak terlintas di pikiranku  Mengingat wajahmu yang selalu senyum kepadaku Apakah aku masih bisa bertemu denganmu? Ataukah tidak? Yang kulakukan hanyalah berdo'a Kepada Tuhan Yang Maha Esa Agar dipertemukan denganmu Tertawa bersamaku, di sampingku Aku mash mengingat Saat kamu senyum kepadaku Saat kamu marah kepadaku Saat kamu pergi dariku Meski terkadang kita bertengkar karena masalah kecil Tapi aku tahu Kita pasti bisa bersama Tuhan memberiku pengalaman yang berharga Dengan aku yang bisa membuatmu tersenyum  Senyum manis di wajahmu yang ingin selalu kulihat Ketika kita bertemu nantinya Aku berharap kamu masih mengingatku  Temanmu dulu saat sekolah Yang selalu ingin dekat denganmu 7 Juni 2020 dengan sedikit perubahan

coret-coret 1

Jika mengingatmu suatu kesalahan, maka aku akan berhenti melakukannya. Namun, jangan salahkan aku jika aku merindukanmu  --- Jika aku berdo'a kepada Tuhan dengan ketulusan, maka aku yakin itu aku akan terwujud di kemudian hari. --- Jangan jadi orang lain Karena kamu adalah kamu Bukan dia --- Ketika semua orang menjauh, maka aku akan mendekat, dan selalu ada di dekatmu. 2021

C-19

Diam terduduk di tanah sendiri Melihat perjalanan jiwa-jiwa yang terancam Mereka ingin pulang Berteriak bosan  Tolonglah para jiwa yang sakit Yang berteriak ingin hidup damai Bebaskan rasa yang mengancam jiwa mereka Aku orang yang bebas Namun yang kulakukan hanyalah diam Terpaku di atas tanah yang akan rusak Kau yang menyebabkan semua ini Apakah kau masih kuat melihat semua ini? Rusak jiwa, mimpi, serta harapan yang dipendam Apa kau tidak kasihan melihatnya? Melihat jiwa yang telah sakit Orang-orang ingin kau menjauh Kembali ke tempat yang tidak seharusnya kau keluar Tolong kembalilah Ditulis sa at virus Covid-19 melanda Indonesia   2020 dengan sedikit perubahan

Halusinasi

Pagi yang cerah di hari Minggu, hari yang cocok untukku berlari, berlari mengelilingi taman yang sejuk dipandang, sesekali pula aku menyapa orang yang aku kenal. Aku berhenti dan duduk di bangku taman, ditemani sebotol air minum yang aku bawa tadi, aku teguk air tersebut hingga tersisa separuh. Tidak lama seseorang datang, duduk disampingku, aku mengajaknya berbicara, tetapi ia hanya diam, seolah-olah ia tidak melihatku, lama aku panggil, tetapi tidak ada jawaban. Aku diam, berhenti, dan merenung, aku baru sadar, ternyata itu hanyalah halusinasiku semata, karena aku tidak lagi di dunia nyata, tidak lagi benar-benar aku duduk di sana. Aku merindukan alam itu, alam yang penuh kedamaian, tidak seperti di sini yang penuh dengan kejahatan, karena aku telah lenyap, aku hanya bisa berhalusinasi, di saat aku berada di alam yang berbeda. Hanya halusinasi. Coretan tanpa arti dari bocah kelas 10 09.55 7 Juli 2020 dengan sedikit perubahan